Teknik Dasar Bertahan dan Transisi Futsal dari Coach Panja Pauji
(sumber: Instagram @evanmovic19)
Sportadium - Coach Panja Pauji sharing mengenai tips dan trik bermain futsal. Pada kesempatan ini Coach Panca sharing bagaimana cara bertahan dan transisi pada taktik permainan futsal.
Pada dasarnya teknik dasar bertahan atau defend pada permainan futsal dibagi menjadi tiga jenis, yaitu man to man defense, mix defense, dan alternative zone defense. Untuk dapat secara tepat mengimplementasikan salah satu jenis teknik bertahan itu dalam tim, seorang pelatih harus memahami karakter bertahan dari masing-masing pemainnya.
Apabila tim memiliki pemain dengan postur tubuh yang ideal dan kebugaran fisik yang bagus maka seorang pelatih dapat mengimplementasikan strategi bertahan man to man. Dengan begitu, diharapkan lawan akan kesulitan mengembangkan permainan dalam build up serangan.
Namun apabila kondisi fisik pemain terbatas, maka perlu penyesuaian dengan mengimplementasikan strategi alternative zone defense, agar pemain tetap dapat mengatur nafas untuk menjaga fokus dalam bertahan.
Berikutnya adalah fase transisi. Fase transisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu fase transisi positif dan fase transisi negatif.
Fase transisi positif yakni tim membentuk serangan untuk menciptakan gol setelah berhasil mendapat bola atau merebut bola dari lawan. Sedangkan fase transisi negatif, ialah pada saat tim gagal membentuk serangan atau bola berhasil direbut oleh lawan lalu tim kembali ke garis pertahanan sendiri untuk bertahan.
Ketika mengimplementasikan fase transisi positif atau dari posisi bertahan ke menyerang, menurut Coach Panca ada beberapa teknik dasar dalam membangun serangan. Teknik itu di antaranya membentuk formasi segitiga di depan, terdiri dari dua pemain flank dan dua pemain pivot.
“Dalam formasi ini ketika salah satu pemain berhasil mendapat bola, tim harus secepatnya melakukan transisi, apakah bola didorong ke tengah dan kedua sisi flank harus segera support dengan melakukan passing yang potensial," tutur Coach Panca.
Sementara itu dalam hal menerapkan fase transisi negatif atau dari posisi menyerang menjadi bertahan, Coach Panca menjelaskan hal ini dapat dilakukan pada saat tim kekurangan orang di garis pertahanan sendiri. Tim harus segera mengambil keputusan untuk mundur 10 sampai 12 meter dan menunda kontak dengan tim yang sedang menyerang. Hal itu agar rekan pemain lain mendapat kesempatan untuk turun membantu bertahan.
Sangat fatal apabila dalam kondisi transisi bertahan ini salah satu pemain langsung mencoba untuk merebut bola. Sebab akan sangat mudah dilewati lawan yang sedang unggul dalam jumlah pemain, dan bisa juga dilewati karena skill individu atau dieliminasi dengan passing satu dua.
“Pelatih harus detil dalam menerapkan taktik tiga fase itu, yaitu menyerang, transisi dan bertahan, yang telah kita bahas. Masing-masing fase harus dipelajari dari kedalaman skuad dan karakter setiap pemain," tutup Coach Panca.

Komentar
Posting Komentar